Selasa, 25 Agustus 2015

Back to Reality

Liburan semester genap  yang lumayan panjang ini udah berakhir. tiga bulan. katanya waktu  yang lama untuk liburan. apa iya? tapi rasanya tiga bulan itu waktu yang singkat jika kita mengenangnya lagi. apa yang sudah  terjadi di tiga bulan itu.

liburan kali ini diawali oleh luka yang dalam yang sebenarnya perihnya masih terasa hingga sekarang. liburan yang aku anggap sebagai tempat istirahat untuk hati yang sudah semakin sesak dari kemarin. liburan yang kugunakan sebagai obat penyembuh luka dihati. 

sebelum tiga bulan ini, aku tinggalkan perasaan yang sempat memenuhi hati. kutinggalkan disanaa hingga aku punya hati yang baru saat masa istirahatku, namun, hati yang kusebut baru ini kembali merasakan berbagai rasa yang tak bisa kukendalikan. dengan hati yang kuanggap baru ini, banyak juga cerita baru yang dimulai. ada yang hadir membawa kisah yang memaksaku masuk kedalamnya.

merasakan takut dan khawatir atas semuanya. memikirkan apa yang salah. apa yang harus terjadi dan yang tidak harus terjadi. memikirkan bagaimana semestinya ini berjalan. mengecewakan dan dikecewakan juga harus dialami hati yang baru ini. kebingungan karena semuanya terasa begitu cepat dan banyak yang menuntut hati. padahal ia masih ingin merasakan sunyi. hati dibisa menyalahkan atau disalahkan karena memang yang begini yang harus terjadi. hati ditantang untuk kembali menghadapi cambukan atau tetap disisi aman didalam jiwa. itu pilihan yang tidak bisa dipilih. 

liburan ini memberikan banyak tawa dan juga pelajaran. liburan ini mengingatka aku yang dulu. yang melakukan hal sesukanya, yang berpikir seperlunya, dan menikmati semuanya. ternyata aku merindukan aku yang seperti itu. yang tidak memiliki beban hati  yang tak berarti. kini kudapati lagi diriku seperti itu. sekarang. dan tak ingin ku tinggalkan ia sendirian.

melakukan hal yang baru yang semakin membuat liburan kali ini lumayan berarti. mengenal lebih banyak teman dari teman yang kupunya. semakin banyak tawa dan candaa disela-selanya. liburan kali ini mengungkit kembali memori masa kecil yang penuh drama dan konflik. memulai persahabatan baru yang berlatar masa lalu. 

menikmati kotaku dipagi, siang,sore, hingga malam hari. berkeliling yang memutar semua memori yang pernah terjadi disini. dikotaku. kotakku memberi aku kesembuhan dari luka, memberi tempat istirahat dari rasa lelah. melepas semua kerinduan yang selama ini tak ku luapkan. membangun lagi cerita yang harus dijalani tanpa tau harus kuakhiri atau kubiarkan saja. 

kemarin baru aku sadar. waktu liburanku sudah habis. semua cerita liburan yang kulewati harus aku akhiri. saat aku tidak ingin mengakhiri, tapi harus kutinggalkan. yang tersisa hanya sembuh dan hati yang sedikit baru ini.

liburan ini,seperti mimpi yang memiliki berbagai alur cerita didalamnya. kini usai, tandanya aku sudah harus bangun. melanjutkan hidup yang sebenarnya lagi. menjaga hati agar tidak dihantam lagi. menjaga diri agar dapat kokoh lagi. mempertahankan tawa agar tidak menangis lagi. mencoba berhadapan dengan keramaian agar tidak sepi lagi. hindari hal yang memicu hadirnya luka..

sebagian cerita yang dimulai saat kemarin, harus usai. namun cerita yang meninggalkan rasa hingga sekarang kulanjutkan. dengan kondisi dan cerita yang akan berbeda pula. aku teruskan. untuk menemaniku dan membantuku mengingat bahwa aku pernah punya cerita menyenangkan disaat aku merasa terpuruk. segala ikatan masa lalu, aku putuskan kemarin. aku tidak ingin terikat dan mengulangnya lagi, jika skrng ada sebagaian cerita yang kepertahankan, pastikan itu kisah baru yang baru ingin kumulai.

kini, aku disini. bukan dikotaku. dikota yang katanya keras. keras untuk hatiku yang lemah, 
aku sedang bersiap-siap. menyiapkan diri untuk menghadapi hal lainnya. yang nyata. yang bukan mimpi. dan yang bukan sementara.


Pagi hari,

di Jakarta

Kamis, 13 Agustus 2015

Rasa Takut

dalam hati seseorang pasti terdapat suatu perasaan yang asing. setidaknya yang mereka coba sembunyikan. mereka menganggap bahwa perasaan yang asing itu merupakan titik kelemahan yang mereka punya. titik kelemahan yang berbeda-beda, yang bisa berubah-ubah. bisa ditutupi tapi kadang hanya bisa tersembunyi dibagian tergelap hati mereka.

ya. ketakutan. rasa takut.

semua mahkluk yang hidup memiliki rasa takut yang akan selalu menghantui. manusia, hewan, bahkan jika tanaman bisa bicara dan bernafas pun mereka akan mengatakan ketakutannya. ketakutan.

banyak dari mereka yang bisa mengatasi rasa takutnya akan sesuatu namun banyak pula yang mengatakan menyerah pada ketakutan yang mereka miliki. ketika seseorang memiliki ketakutan akan sesuatu, biasanya itu akan menjadi satu titik kelemahan mereka. agar tetap terlihat kuat, maka mereka akan menyembunyikannya.

rasa takut bisa disebabkan oleh banyak hal. salah satunya adalah pengalaman pahit, pengalaman buruk, atau hal-hal yang dianggap mengerikan lainnya yang pernah mereka hadapi.dan biasanya diakhiri dengan sebuah kegagalan.

bagaimana dengan hati ini? apakah kamu masih bisa menyisakan sedikit ruang untuk rasa takutku pada dunia atau pada hal lain yang memuakkan? sanggupkah kamu bersabar saat ketakutanku mulai bergetar? siapkah untuk selalu berpura-pura tidak apa-apa? kuatkah kamu, hati?

rasa takut disembuhkan dengan memaksakan diri menghadapi sesuatu yang kita takuti. berhasilkah? hilangkah semua ketakutan itu? atau justru semakin membuat hati terasa sesak? semakin membuat lelah? semakin lebar ketakutan yang dirasa? mampukah?

mulai percaya. percaya. sepertinya itu salah satu cara mengatasinya. percaya bahwa kali ini tidak akan ada gagal lagi untuk kesekian kali. percaya bahwa kali ini akan selesai dan menentramkan hati. percaya bahwa akan baik-baik saja setelahnya. belajarlah untuk percaya.

akhirnya kita hanya bisa percaya. hadapi, dan lihat bagaimana hasilnya.

kali ini aku mencoba hadapi dan belajar percaya. namun aku tidak baik-baik saja. dikhianati oleh kepercayaanku sendiri. sampai hati ini tidak siap menerima kebenerannya.

apa akan selalu ada rasa takut didalam hati? dalam hidup untuk memberikan batasan dalam kita menjalaninya. akankah selalu ada ruang gelap disini. berdiam sajaa. tidak menolak, tidak menghadapi, tidak percaya, dan akan terus disembunyikan? rasa takut katanya untuk dihadapi. tapi apa setelahnya? ada rasa sakit.

ketakutan ini akan terus sembunyi. tidak hilang. sekalipun ada obatnya.

Minggu, 09 Agustus 2015

Lebih baik

setiap orang pasti punya niat supaya jadi pribadi yang lebih baik. entah lebih baik dari sisi apa tapi yang pasti harus ada peningkatan kebaikan dari hari keharinya. Ini sebuah tekad bagi kebanyakan orang atau mungkin semua orang yang sadar sama tujuan hidupnya. pasti jadi orang yang lebih baik juga bakal ngaruh sama kehidupannya yang bakal terus meningkat.

lebih baik. 
bisa juga digunakan sebagai kata yang menunjukan bahwa ada pilihan lain. anggapan "lebih baik" itu sendiri bisa dari hati kita yang mengatakan demikian atau bisa juga tanggapan dari orang-orang disekeliling kita. kata lebih baik juga digunakan untuk menghibur. contohnya: lebih baik kita berpisah aja biar kita bisa sama-sama bahagia.

lebih baik.
kadang kedengerannya sebagai solusi. namun belum tentu akan menjadi lebih baik setelahnya. sebenernya ini rumit dan susah buat dimengerti. 

kalo gua. lebih baik menurut gua adalah apa yang disarankan sama orang tua gua. walaupun seringnya sih bertentangan sama apa yang lebih baik menurut gua. tapi, orang tua udah lebih lama hidup dibanding kita jadinya gua bakal percaya apa yang orangtua bilang baik ya berarti itu baik.

jadi lebih baik adalah hal tersusah yang pernah gua lakuin. butuh tekad yang bener-bener mantep buat ngerubah semuanya pelan-pelan. kadang gua gak sendiri masih gak ngerti kalo jadi lebih baik itu kayak gimana sih... apa tujuan kita berbuat lebih baik. apa cuman buat dipandang sama orang-orang?? sebenernya gak juga sih. 

ngelakuin hal supaya lebih baik menurut orang lain adalah hal teraneh yang pernah gua lakuin. tapi tetep aja walaupun kita ngerasa gak sesuai, kita bisa apa sih? toh gua juga masih belum tau apa-apa.

lebih baik menurut gua adalah gak ngulangin kesalahan yang sama pada waktu yang berbeda. lebih baik menurut gua adalah ketika kita meyakini apa yang kita lakuin dan kita tau betul manfaatnya apa. lebih baik jujur terhadap diri kita sendiri. terserah mau diakuin atau enggak, tapi jujur sama diri sendiri adalah hal yang gak mudah. ngakuin kesalahan kita sendiri juga bisa dijadiin patokan kalo kita udah jadi lebih baik. 

merjuangin apa yang kita mau. itu justru bakal jadi yang terbaik.

Senin, 03 Agustus 2015

Orang Kaku

Orang kaku. hmm.
ada beberapa definisi orang kaku. salah satunya menurut kamus besar Bahasa Indonesia, arti kata kaku itu sendiri yaitu: sukar diberi tahu (menerima pendapat orang); tidak lemah lembut (tidak mudah bergaul; tidak luwes); tumpul (tt pikiran), tidak dapat berkata-kata dng mudah.

ya dari definisinya aja kita udah bisa ngebayangin lah ya kalo orang kaku tuh kayak gimana macemnya.

pasti diantara kita ada yang punya temen/sodara/kenalan/ yang orangnya tuh kaku banget. atau jangan-jangan kita juga termasuk salah satu macem orang kaku.

entahlah tapi yang ada dipikiran gua orang kaku itu gak asik, canggungan, terlalu formal, sensitif, keras kepala ya semacem sifat-sifat kayak gitulah. kebanyakan orang kaku itu gak sadar kalo ternyata dia itu kaku(WKWK) walaupun gak semua sih. tapi yang pasti orang kaku gak selamanya kaku, dan orang santai gak jamin dia bisa jadi bersikap kaku. cuman ada juga loh yang emang udah kaku dari sononya.

berdasarkan pengalaman yang gua lewatin sendiri itu orang yang emang udah sifat dasarnya kaku itu dipengaruhi sama lingkungannya. biasanya mereka terbiasa sama suasana sangat formal. misalnya kayak dirumahnya dididik sama orang tuanya biar  jadi anak yang sopan dengan cara berperilaku formal sama siapapun. gua kurang suka sama orang yang gini soalnya terkadang dia menilai sesuatu sebelah mata dan subjektif. kenapa? karena dengan sifat dia yang formal itu dia menganggap bahwa sesuatu yang santai itu terkadang melenceng dari aturan. gak jarang juga orang yang punya sifat kayak gini close minded. yang dia tau ya A kalo selain A berarti salah. jatohnya dia jadi sering ilfeel sendiri sama sesuatu. orang yang kaya gini juga biasanya memaksakan kehendak mereka sama semua orang. berusaha menyamakan pikiran dengan cara memaksa dan menilai bahwa pemikiran itu yang paling benar. tapi jangan salah, orang kaku yang kaya gini juga biasanya pinter hehe. karena dia berusaha menjadi orang sebaik mungkin dengan cara mentaati semua aturan yang dia tau. dia bisa menjadi santai kalo ketemu sama orang-orang yang sama pemikiran kaya dia.

beda lagi kalo orang kaku disaat suatu kondisi yang gak disengaja. gua juga suka ngerasa kok kalo gua bisa jadi orang yang kaku ketika baru kenal seseorang atau baru ketemu pertama kali. kakunya gak jauh karena bingung mau ngomongin apa. hal yang kaya gini biasa disebut canggung. jujur aja, gua orangnya canggungan banget sama orang baru. kadang saking kakunya kita bener-bener gaktau harus ngapain dan mendadak jadi orang ter gak asik sedunia deh. apalagi kalo pas lagi mau cairin suasana dengan cara sok asik gitu aduh jangan deh..... keliatan banget kalo kita tuh kaku. gak bisa bergaul sama orang baru. gua iri banget sama orang yang supel yang bisa nyambung diajak ngobrol pertama kali haduh.. tapi selepas itu semuanya bakal biasa lagi ya santai kayak biasa. jadi kekakuan itu cman faktor kondisi aja hehe.

banyak yang bilang kalo orang kaku itu biasanya ada dikalangan orang-orang tua atau dewasa. haduh itu salah banget. gak semua orang tua itu kaku. banyak banget orang tua yang santainya ngelebihin kita-kita yang muda. balik lagi semuanya itu ke kepribadian masing-masing sih. karena itu kan karakter orang yang dibentuk dari kecil dan dipengaruhi lumayan besar dari lingkungannya.

beda lagi sama orang dewasa kebanyakan orang kaku. please banget deh... 
emang sih banyak orang-orang yang bersikap sok dewasa eh jadinya malah jadi kaku. DEWASA BEDA SAMA ORANG KAKU. cuman kebanyakan orang yang cuman pengen dianggap ajaa mengatasnamakan kedewasaan buat sifat dan pemikiran dia itu. 

orang kaku gak selamanya jadi kaku.
nah ini juga penting. kekakuan kita itu dipengaruhi sama pikiran kita masing-masing lagi kan. sedangkan pikiran kita akan berubah-berubah setiap fase kehidupan kita. banyak yang bakal memengaruhinya. awalnya diaa cuman tau A ya A tapi dengan bertambahnya usia, pengalaman, kisah hidup, luasnya pergaulan, lama-lama kita bisa nilai dan ngerti kalo selain A masih ada B sampai Z. kita makin bisa memaklumi apa yang ada walaupun menurut penilaian kita itu salah. lama-lama pikiran kita bakal terbuka dengan sendirinya. cuman, orang sesantai apapun itu juga gak bisa sefleksibel semaunya dia. kita harus punya aturan-aturan yang kita pegang teguh setidaknya buat diri kita sendiri. 

karena ujung-ujungnya semuanya ada dikita mau memaklumi atau tidak dan memaksakan apa yang kita anggap benar.