diakhir september ini, aku merenung.
kali ini bukan untuk menyesali apa yang sudah terjadi. bukan. melainkan memutar lagi apa yang terjadi kemarin. bukan hanya tentang aku, tapi kali ini ada dia, mereka, dan kita semua.
September ceria.
begitu kata sebuah lagu lama yang sempat beberapa kali aku dengar. lagu itu sempat membuat aku antusias menyambut bulan ini tanpa tahu apa yang akan terjadi nantinya. namun lagu hanyalah sebuah lagu ketika yang terjadi malah sebaliknya.
Bulan ini memperlihatkan aku pada perjuangan seseorang dengan cintanya yang sembunyi-sembunyi. aku tidak sengaja melihat betapa melilit hatinya dengan perasaan yang sebisa mungkin ia jaga. nafsu dan keegoisan yang ia miliki, dengan susah payah ia hilangkan. menahan rindu dan tangis yang kadang menyebabkan hatinya sesak sendirian. menerima kenyataan bahwa pengakuannya sulit untuk diterima dan dianggap biasa. karena memang cinta dan kasih sayang tidak pernah bisa menjadi biasa. aku merasakannya. merasakan hatinya yang patah tanpa luka.aku melihat air matanya saat ia tidak mampu menahannya. cinta sendiriannya, bukan sia-sia hanya saja sulit untuk dipercaya karena kemurniannya itu sendiri.
Lalu tejadi lagi. saat aku menoleh. aku melihat air mata lagi. mungkin kali tentang pengkhianatan. pengkhianatan seseorang pada seseorang yang mungkin tahu akan akhirnya namun mencoba menutup mata. orang itu terlihat kuat dan sabar dengan segala senyum dan cara yang ia lakukan. pengkhianatannya sudah lama mungkin sekarang lukanya sudah mengering. namun entah apa yang membuatnya kembali menangis. baginya, pengkhianatan lebih parah dari sekedar patah hati. apa semakin kita dewasa, cobaan pada hati akan semakin berat dan sakit? orang dewasa memang rumit. mereka gampang berjanji namun gampang pula melupakannya. katanya, lukanya akan membekas dan membuat kita tidak bisa berjalan seperti dulu.
Dan sekarang mari kita berkaca diri. seberapa dalam luka yang sempat ada dihati ini. ini luka yang menyebabkan sakit dan perih. bukan karena dikhianati atau memendam rasa sendirian, hanya sakit karena dibodohi dan tidak dipilih. air mata dan tangis saat sepi datang, mengingat semuanya yang diakhiri dengan penyesalan. ini belum seberapa saat aku tahu air mata orang lain. mungkin yang aku rasakan hanya takut dan pemikiran yang berlebihan.
Mungkin masih banyak air mata lainnya yang tidak bisa kulihat. masih banyak luka yang masih memerih dihati orang lain. rasa sakit dari patah hati orang lain. rasa kecewa dari kebodohan orang lain. dan rasa menyesal dari keputusan hati orang lain. semua sedih dan luka dari kepercayaan orang lain. atau, merasa rindu dari patah hati orang lain.
kita hanya manusia. memiliki cinta dan rasa. entah untuk diperlihatkan atau disembunyikan. kita bisa memilih untuk dipersatukan atau hanya kita simpan agar tetap tejaga.
bulan ini, bulan patah hati. saat bulan dilangit sedang indah-indahnya.
