Senin, 28 September 2015

Bulan Patah Hati

diakhir september ini, aku merenung. 
kali ini bukan untuk menyesali apa yang sudah terjadi. bukan. melainkan memutar lagi apa yang terjadi kemarin. bukan hanya tentang aku, tapi kali ini ada dia, mereka, dan kita semua. 

September ceria. 
begitu kata sebuah lagu lama yang sempat beberapa kali aku dengar. lagu itu sempat membuat aku antusias menyambut bulan ini tanpa tahu apa yang akan terjadi nantinya. namun lagu hanyalah sebuah lagu ketika yang terjadi malah sebaliknya.

Bulan ini memperlihatkan aku pada perjuangan seseorang dengan cintanya yang sembunyi-sembunyi. aku tidak sengaja melihat betapa melilit hatinya dengan perasaan yang sebisa mungkin ia jaga. nafsu dan keegoisan yang ia miliki, dengan susah payah ia hilangkan. menahan rindu dan tangis yang kadang menyebabkan hatinya sesak sendirian. menerima kenyataan bahwa pengakuannya sulit untuk diterima dan dianggap biasa. karena memang cinta dan kasih sayang tidak pernah bisa menjadi biasa. aku merasakannya. merasakan hatinya yang patah tanpa luka.aku melihat air matanya saat ia tidak mampu menahannya. cinta sendiriannya, bukan sia-sia hanya saja sulit untuk dipercaya karena kemurniannya itu sendiri. 

Lalu tejadi lagi. saat aku menoleh. aku melihat air mata lagi. mungkin kali tentang pengkhianatan. pengkhianatan seseorang pada seseorang yang mungkin tahu akan akhirnya namun mencoba menutup mata. orang itu terlihat kuat dan sabar dengan segala senyum dan cara yang ia lakukan. pengkhianatannya sudah lama mungkin sekarang lukanya sudah mengering. namun entah apa yang membuatnya kembali menangis. baginya, pengkhianatan lebih parah dari sekedar patah hati. apa semakin kita dewasa, cobaan pada hati akan semakin berat dan sakit? orang dewasa memang rumit. mereka gampang berjanji namun gampang pula melupakannya. katanya, lukanya akan membekas dan membuat kita tidak bisa berjalan seperti dulu. 

Dan sekarang mari kita berkaca diri. seberapa dalam luka yang sempat ada dihati ini. ini luka yang menyebabkan sakit dan perih. bukan karena dikhianati atau memendam rasa sendirian, hanya sakit karena dibodohi dan tidak dipilih. air mata dan tangis saat sepi datang, mengingat semuanya yang diakhiri dengan penyesalan. ini belum seberapa saat aku tahu air mata orang lain. mungkin yang aku rasakan hanya takut dan pemikiran yang berlebihan. 

Mungkin masih banyak air mata lainnya yang tidak bisa kulihat. masih banyak luka yang masih memerih dihati orang lain. rasa sakit dari patah hati orang lain. rasa kecewa dari kebodohan orang lain. dan rasa menyesal dari keputusan hati orang lain. semua sedih dan luka dari kepercayaan orang lain. atau, merasa rindu dari patah hati orang lain.

kita hanya manusia. memiliki cinta dan rasa. entah  untuk diperlihatkan atau disembunyikan. kita bisa memilih untuk dipersatukan atau hanya kita simpan agar tetap tejaga. 

bulan ini, bulan patah hati. saat bulan dilangit sedang indah-indahnya.

Jumat, 18 September 2015

Kembali Saja

kita seringkali mendapati seseorang sedang berdiam diri. kita tidak tahu apa yang ia sedang lakukan. entah mengamati atau melihat-lihat. kita ingin melihat matanya untuk memastikan tetapi tak bisa. kita ingin menerjemahkan arti tatapannya namun kita tak bisa menemukan kamus dalam dirinya. apa yang sedang ia ratapi? apa yang sedang ia lakukan sebenarnya?

kadang diam dalam pagi. namun sering juga termenung dalam siang ketika matahari tidak memberi kesempatan kita untuk sempat berpikir. tapi siapa yang sangka saat malam tanpa sinar bulan ia masih saja menatap kosong. tanpa lelah ia terus saja diam dan diam. tanpa ingin berhenti ia masih menangis.

apakah dunia begitu berat? apakah beban yang dipikul pundaknya? kita tidak pernah tahu.
mengapa berdiam begitu mengasyikan baginya? dan kenapa semuanya berupa pertanyaan yang tak akan terjawab?

kembali saja.
kembali saja jika memang ini sulit untukmu.
kembali saja saat semua yang ada hanya membuatmu diam.
semua beban yang ada akan mengusirmu kembali.
cari saja dirimu yang dulu
ingat dan ambil lagi tawa dan rindu waktu itu.

kembali saja.
ketempat dimana semua tidak perlu dipertanyakan.
dimana kamu dapat suasana yang seperti pagi
kembali saja

namun kembali bukan jawaban. kembali hanya alasan untuk terus diam.
karena sesuatu yang benar adalah melanjutkan. melanjutkan diam namun kali ini pastikan untuk memerhatikan tatapan yang lain saat menatapmu. beri ia jawaban lewat sinar mata yang teduh. biarkan kamus tentang dirimu dilihat dan dipelajari orang lain. 

kembali saja kedunia.
karena alam pikiran bukanlah nyata.

Sabtu, 12 September 2015

Bagian Terbaik Dari Mencintai

kita sebagai manusia memiliki hati. hati ini merupakan anugrah dari Tuhan karena didalamnya terdapat perasaan. PERASAAN. perasaan bisa dibilang sebagai sensasi hidup didunia. rasa senang, bahagia, terharu, sedih, kecewa, marah, kesal, suka, cinta, dendam, iri, bangga, dan ikhlas. banyak perasaan lainnya yang tidak bisa kita terjemahkan kedalam kata. itulah kasih sayang Tuhan. Tuhan menganggap kita istimewa hingga selalu ada saja hal yang tak dapat kita artikan.

salah satu perasaan yang timbul dan sering mendominasi hati adalah kasih dan sayang.
lewat rasa ini, muncul rasa-rasa lain yang ikut memainkan perannya dalam hati kita.

kasih sayang.
suatu perasaan yang membuat kita melihat dunia secara berbeda. kasih sayang yang menciptakan rukun dan damai didunia ini. kasih sayang terhadap sesama manusia, sesama mahluk Tuhan. kasih sayang terhadap alam yang akan memberikan kita ketentraman hidup.

selain kasih sayang, Tuhan menciptakan satu rasa yang lebih spesial dari sekedar menyanyangi.
Cinta. Tuhan mengajarkan kita untuk mencintai sejak awal kita ada didunia ini. dimulai dengan mencintai-Nya. dengan mencintai-Nya, maka berbahagialah kita. itu yang Tuhan inginkan dari kita sebagai hamba-Nya.

namun, kita manusia selalu mencari hal lain dalam hidup ini. mencari sesuatu yang membuat kita merasakan sensasi luar biasa yang akan membawa kita semakin mengerti arti hidup. maka, mulailah dengan mencintai seseorang. seseorang yang akan membuat kita merasakan kebahagian yang lain, seseorang yang akan membuat kita menikmati setiap hari yang terlewati. itu tidak salah. Tuhan memang mengkodratkan untuk seperti itu. Tuhan baik dan tidak pernah iri. membiarkan kita merasakan cinta selain dari cinta-Nya. 

mencintai itu hal yang menyenangkan. lebih menyenangkan lagi jika kata itu ditambahi menjadi saling mencintai. ada kata saling yang berarti kedua-duanya yang akan berusaha. kata saling  yang berarti segala sesuatunya akan menjadi bersama. merasakan kasih sayang, bahagia, kecewa, marah bersama.

bagaimana jika mencintai tidak menggunakan kata saling? itu menjadi mencintai.
MENCINTAI.
Cinta itu tumbuh begitu saja. tanpa dipaksa untuk disemai, tanpa harus disirami dengan cinta yang lainnya. cinta itu akan kuat dengan sendirinya. cinta itu akan berjuang dengan nalurinya, bertahan lebih lama dari yang dikiranya. ketika mencintai, berbagai perasaan akan muncul. ego itu memiliki.

namun Tuhan mengajarkan kita hal lain dengan mencintai. ada ketulusan didalamnya. TULUS. tanpa ingin tau ujungnya, tanpa berharap kepastian, tanpa tau apa tujuan sebenarnya, tanpa ingin ia membalas. tulus ketika merindu dan tidak melakukan apa-apa. kita bahagia jika ia bahagia. walaupun kita tahu, bahagianya bukan untuk kita. mencintai seperti itu. 

lalu kita berpikir, apa yang bisa kita lakukan? maka Tuhan menjawab, dekatkan hati kalian padaku. 

kita titipkan hati kita pada Tuhan yang memang pemiliknya. kita berharap Tuhan menjaga hati kita ditangannya. berjuang dalam setiap doa yang kita syukurkan. berharap ia bahagia, berharap ia baik saja, berharap ia tetap menjaga hatinya. kita luapkan segala rindu dan keegoisan kita pada yang memilikinya. terimakasih untuknya, karena membuat perasaan cinta ini semakin besar. terimakasih untuknya, karena aku bisa mendekatkan diriku pada pemiliku dan pemiliknya. terimakasih karena kesempatan untuk mencintaimu, mengajariku sesuatu yang indah dan menahanku dari nafsu.

karena bagian terbaik dari mencintai adalah membiarkan diri kita menjadi lebih baik untuk diri kita sendiri, untuk orang yang pantas untuk kita bahagiakan nantinya. jika bukan dia, maka haruslah orang yang lebih mengerti akan cinta yang sesungguhnya.