Selasa, 08 Desember 2015

Perempuan itu...

Katanya perempuan adalah salah satu keindahan yang ada didunia. Perempuan adalah anugrah yang Tuhan ciptakan untuk terus melestarikan umat manusia. Perempuan memiliki arti dan maknanya sendiri. Bukan ingin diistimewakan karena pada dasarnya semua manusia adalah sama. Hanya ingin dikenal dan akui.

Dalam bersyukur, perempuan bisa saja menangis. air matanya hangat seperti cahaya matahari sehabis subuh. Maka dengan itu kita tau betapa lembut dan tulus hatinya. Lama menangis haru menunduk, ia usap air mata itu ia tegakan lagi kepalanya mengharuskan ia untuk siap menghadapi semua yang ada untuk dilanjuti sisa kemarin. 

Ia tertawa memperlihatkan rona bahagia berharap seseorang jatuh cinta dengan tawanya. Tawa adalah caranya untuk bahagia bukan karena bahagia. Jangan larang perempuan tertawa karena itu berarti menutup bahagianya. 

Tuhan ciptakan perempuan dengan sorot mata teduh membuat sejuk. Tatapan ingin dibimbing, ingin ditemani, ingin terus diajari. Karena sesunguhnya perempuan yang paling tidak tahu tentang dunia ini. Bukan berarti bodoh, hanya merasa tak sampai hati untuk menilai dunia yang begitu rumit.

Perempuan adalah kuat. 

Ketika ia mempertahankan kehidupan didalam dirinya. Mempertaruhkan nyawa demi nyawa manusia lain. Anggap saja itu adalah abdinya untuk Tuhan karena telah membuat jalan surga ditelapak kakinya. 

Perempuan tidak pernah mencintai sewajarnya. Karena baginya, cinta tidak bisa dianggap biasa. Ia hanya bisa apa adanya untuk cinta tanpa mengurangi rasa. Perempuan itu mandiri dan tertutup, namun ketika mulai mencintai ia menjadi sesuatu yang ingin dilihat bahwa ia bahagia. 

Perempuan adalah perempuan.
Tidak pernah merasa sempurna, tapi tidak juga merasa rendah.
Hanya butuh anggukan kecil saat ia merasa cukup.

Rabu, 14 Oktober 2015

Mengapa Aku?

Cerita pendek ini saya dedikasikan untuk para korban kabut asap disetiap wilayah yang terkena musibah tersebut. Semoga Tuhan selalu bersama kalian dalam doa yang akan selalu menguatkan.
Aamiin.

***

Mengapa Aku?

            Hari ini adalah hari yang paling kutunggu-tunggu sejak kemarin. Hari yang dianggap spesial bagi sebagian besar anak seusiaku. Maka dari subuh aku sudah menyiapkan diriku untuk menyambutnya. Aku mandi dengan sabun terwangi yang baru dibeli ibu. Solat subuh dan berdoa banyak-banyak meminta yang terbaik untuk nasibku hari ini.
“Ya Allah Ya Rabb, tunjukanlah keajaibanmu kali ini untukku. Karena aku ingin, sangat ingin menjadi yang terbaik untuk membuat ibu bapak bangga. Bapak janji mau membelikan aku sepeda jika aku menjadi juara pertama. Kabulkanlah doaku. Aamiin.” Begitu doaku pada Tuhan subuh tadi. Kuharap Tuhan mendengar dan dengan malaikat yang mengamininya.
            Aku bercermin sekali lagi untuk memastikan bahwa tidak ada yang salah pada tampilanku saat ini. Aku tidak mau mempermalukan diriku apalagi dihadapan teman-teman. Sebenarnya aku ini cukup berwibawa dan berkharisma dengan kacamata yang menyangkut dihidungku yang mancung. Namun banyak orang yang menganggapku aneh hanya karena aku selalu dengan buku. Tapi kali ini akan kubuktikan pada teman-teman bahwa aku bukan orang aneh dan membuat mereka menganggap jika aku ada. Aku berterimakasih kepada ibu guru telah memberikan aku kesempatan untuk mengikuti lomba puisi ini. Aku menganggap ini sebagai awal untuk semua pengakuan yang aku inginkan.
“Angga! Jangan lama-lama kamu dikamar. Ayo cepat sarapan dulu.” Panggil ibu dari dapur. Tandanya aku sudah harus mengakhiri kegiatan membanggakan diri ini.
            Aku langsung duduk dimeja makan dan menyiduk beberapa centong nasi dan lauk pauk yang telah tersedia diatas meja. Disebelahku sudah ada bapak yang daritadi menyimak berita tv pagi hari ini sambil sesekali menyeruput kopinya. Beritanya masih sama sejak kemarin. Tentang kabut asap yang semakin hari semakin parah saja. Terutama didaerahku di Pekanbaru. Bayangkan saja hari ini jarak pandang hanya sekitar 300 meter akibat tertutup kabut asap yang semakin menebal.
“Kamu duluan aja ya, nak. Gak usah bareng bapak soalnya lampu depan motornya belom bapak betulkan.” Kata bapak tiba-tiba sambil mengerutkan dahinya.
“Terus aku sama siapa?” Aku menjawabnya setelah menelan nasi yang ada dimulutku.
“Naik angkutan umum kan bisa seperti biasa. Takutnya nanti malah bahaya kalau dipaksakan. Nanti bapak menyusul setelah motornya sudah betul.” Perkataan bapak meyakinkan aku bahwa bapak memang akan datang untuk melihatku tampil. Akhirnya aku hanya memberi jawaban dengan anggukan.
***
            Dan disinilah aku. Diatas panggung dihadapan banyak orang yang sebagaian besar tidak kukenal. Namun bisa kupastikan ada ibu guru disamping sebalah sana untuk memberikanku semangat serta beberapa teman yang aku sendiri tidak tahu tujuan mereka ada disini. Dari kejauhan kulihat bu guru tersenyum dan melambaikan tangan memberikan aku sedikit kepercayaan diri. Sekali  lagi aku mencari sosok yang aku tunggu keberadaannya namun belum juga kutemukan hingga aku sadar aku terdiam cukup lama. Aku tersenyum dan membungkuk tanda memberi salam. Aku menarik nafas panjang untuk menghilangkan gugup ini.
Bolehkah aku iri?
Bolehkah aku mendapatkan apa yang mereka dapatkan?
Sederhana.
Katanya kita manusia yang sama. Ada dialam yang sama.
Aku hanya ingin udara untuk semua yang bernafas.
Apakah salahku? Hingga alam begitu marah.
Maka untuk kali ini biarkan aku serakah.
Karena semua yang terjadi sudah terlanjur parah.
Akankah kita jadi manusia yang lain?
Ketika udara dilangit yang sama telah berbeda.
***
            “Yakin mau tetap pergi pak? Ibu takut nanti malah bapak yang kenapa-napa.” Tanya seorang wanita kepada suaminya dengan menunjukkan raut wajah khawatir.
“Kasian Angga, bu. Dia kan sudah berharap banget. Masa iya bapak tega bikin dia kecewa lagian ini juga sudah lumayan kok asapnya. Nanti pulangnya sekalian beli sepedanya biar Angga bisa milih.” Jawab suaminya yang sudah memakai helm siap untuk berangkat menyusul anak kesayangannya.
“Jangan lupa maskernya, pak.” Akhirnya hanya itu yang bisa dikatakan wanita tadi. Kekhawatiran menyeruak batinnya karena tahu bahwa kondisi motor milik suaminya tidak mendukung untuk melewati keadaan jalanan yang penuh asap pagi ini.
***
            Terimakasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan doaku. Aku berhasil menjadi juara pertama dalam lomba puisi ini. Aku mendapatkan pujian dari dewan juri, guru, serta teman-teman yang tadinya hanya bisa meledekku. Ditanganku sudah ada piala besar yang boleh kubawa pulang dan kuperlihatkan kepada ibu dan bapak. Rasa bangga terhadap diri ini semakin membuatku percaya diri untuk mengembangkan bakatku yang lain.
            Aku cari-cari sosok bapak yang katanya ingin menyusul namun aku tetap tidak bisa menemuinya. Sebenarnya aku kecewa namun aku juga tidak bisa memaksa bapak karena aku tahu alasannya cukup masuk akal. Maka aku putuskan untuk pulang. Aku tidak sabar untuk melihat ekspresi kedua orang tuaku ketika melihat aku pulang dengan membawa piala yang besar ini. Aku tersenyum. Akhirnya aku bisa membuat orang tuaku bangga.
            Sesampainya dirumah aku hanya menemukan ibu yang sedang masak untuk makan malam didapur. Aku tidak bertanya kemana bapak karena mungkin aku sendiri sudah tahu jawabannya. Bapak sedang membeli sebuah sepeda untukku. Bapak tega sekali membelinya tanpa aku namun tidak apa apa aku terima saja apapun darinya toh bagiku juga sepeda hanya bonus. Akhirnya kuputuskan untuk tidur dikamarku hingga nanti saat aku bangun sudah ada bapak dan sepeda baruku.
***
            Sayup-sayup aku dengar suara seorang perempuan menangis. Setelah beberapa saat aku membuka mataku dan memastikan bahwa suara itu adalah ibu. Aku langsung bangun dan keluar kamar. Betapa kagetnya aku melihat ibu menangis begitu kalap hingga meronta-ronta. Aku terpaku melihat keadaan ibu yang seperti itu hingga akhirnya ibu merayap menghampiriku. Memelukku dengan tangis yang meledak-ledak. Aku sungguh tidak mengerti apa artinya ini. Ibu tidak berkata apa-apa hanya menangis dan menangis. Sesekali berteriak membuat aku semakin heran. Namun kepeluk ibu tanpa menanyakan ada apa.
            Aku mencoba menenangkan ibu. Aku membelainya tapi entah mengapa tangisnya semakin tak terkendali. Hingga dari kejauhan aku mendengar suara sirine ambulans. Aku melepaskan pelukan ibuku dan keluar rumah mencoba melihat apa yang datang. Ternyata bukan mobil ambulans melainkan mobil jenazah yang  berhenti tepat didepan rumah kami. Kulihat ibu sekali lagi untuk memastikan apa yang terjadi, namun yang kulihat hanya gelap. Sangat gelap.
***
Mengapa kami?
Mengapa keadaan ini dihadapkan pada kami.
Mengapa bapakku? Dari sekian banyak orang, mengapa bapakku yang menjadi simbol ketersiksaan kami. 
mengapa asap yang mengaburkan jarak pandangnya. hingga mati ia ditelan kabutnya.
mengaburkan yang akan jadi menguburkan. sangat perih. 
Mengapa harus kami yang merasakan sesak nafas. Bukan karena asap.
Karena derita yang kami rasakan setelahnya.
Haruskah aku meminta maaf? Pad siapa aku harus?
Pada alam yang terlanjur murka.
Atau pada diri kami sendiri yang tak mampu menjaga bagian dari kami.

Tuhan, derita ini sakit. Sungguh-sungguh sakit.

Senin, 12 Oktober 2015

Malam jatuh

menjadi malam yang pasti
tempat yang disisakan waktu baik hati. 
yang ditunggu-tunggu angin sebagai tamunya. 
dengan aku yang siap diterpa belaiannya.
malam yang terang benderang
menghadirkan tawa sana-sini
menyembunyikan tangis dalam sela dinginnya
bukan malam yang sendu
sungguh bukan itu.
bagi orang-orang yang menunggu,
namun tak kunjung teraba.
malam dimana seseorang menyerah atas ambisi.
menoleh dan pasrah atas doa.
menjadi malam yang selalu dirindukan.
suasana ternyaman untuk diri ini.
malam saat tidak menipu siapa-siapa.
dimana matahari sengaja mengalah.
untuk orang-orang yang takut jatuh.
aku butuh kesempatan untuk mengambil malam
karena aku ingin jatuh dalam malam
membawa cinta yang mereka genggam
memberinya pada waktu dan cahaya
agar disimpan dan ditunjukan esok lagi.
hingga malam menjadi untuk kita semua yang memiliki cara.
jatuh dan jatuh lagi.

Senin, 28 September 2015

Bulan Patah Hati

diakhir september ini, aku merenung. 
kali ini bukan untuk menyesali apa yang sudah terjadi. bukan. melainkan memutar lagi apa yang terjadi kemarin. bukan hanya tentang aku, tapi kali ini ada dia, mereka, dan kita semua. 

September ceria. 
begitu kata sebuah lagu lama yang sempat beberapa kali aku dengar. lagu itu sempat membuat aku antusias menyambut bulan ini tanpa tahu apa yang akan terjadi nantinya. namun lagu hanyalah sebuah lagu ketika yang terjadi malah sebaliknya.

Bulan ini memperlihatkan aku pada perjuangan seseorang dengan cintanya yang sembunyi-sembunyi. aku tidak sengaja melihat betapa melilit hatinya dengan perasaan yang sebisa mungkin ia jaga. nafsu dan keegoisan yang ia miliki, dengan susah payah ia hilangkan. menahan rindu dan tangis yang kadang menyebabkan hatinya sesak sendirian. menerima kenyataan bahwa pengakuannya sulit untuk diterima dan dianggap biasa. karena memang cinta dan kasih sayang tidak pernah bisa menjadi biasa. aku merasakannya. merasakan hatinya yang patah tanpa luka.aku melihat air matanya saat ia tidak mampu menahannya. cinta sendiriannya, bukan sia-sia hanya saja sulit untuk dipercaya karena kemurniannya itu sendiri. 

Lalu tejadi lagi. saat aku menoleh. aku melihat air mata lagi. mungkin kali tentang pengkhianatan. pengkhianatan seseorang pada seseorang yang mungkin tahu akan akhirnya namun mencoba menutup mata. orang itu terlihat kuat dan sabar dengan segala senyum dan cara yang ia lakukan. pengkhianatannya sudah lama mungkin sekarang lukanya sudah mengering. namun entah apa yang membuatnya kembali menangis. baginya, pengkhianatan lebih parah dari sekedar patah hati. apa semakin kita dewasa, cobaan pada hati akan semakin berat dan sakit? orang dewasa memang rumit. mereka gampang berjanji namun gampang pula melupakannya. katanya, lukanya akan membekas dan membuat kita tidak bisa berjalan seperti dulu. 

Dan sekarang mari kita berkaca diri. seberapa dalam luka yang sempat ada dihati ini. ini luka yang menyebabkan sakit dan perih. bukan karena dikhianati atau memendam rasa sendirian, hanya sakit karena dibodohi dan tidak dipilih. air mata dan tangis saat sepi datang, mengingat semuanya yang diakhiri dengan penyesalan. ini belum seberapa saat aku tahu air mata orang lain. mungkin yang aku rasakan hanya takut dan pemikiran yang berlebihan. 

Mungkin masih banyak air mata lainnya yang tidak bisa kulihat. masih banyak luka yang masih memerih dihati orang lain. rasa sakit dari patah hati orang lain. rasa kecewa dari kebodohan orang lain. dan rasa menyesal dari keputusan hati orang lain. semua sedih dan luka dari kepercayaan orang lain. atau, merasa rindu dari patah hati orang lain.

kita hanya manusia. memiliki cinta dan rasa. entah  untuk diperlihatkan atau disembunyikan. kita bisa memilih untuk dipersatukan atau hanya kita simpan agar tetap tejaga. 

bulan ini, bulan patah hati. saat bulan dilangit sedang indah-indahnya.

Jumat, 18 September 2015

Kembali Saja

kita seringkali mendapati seseorang sedang berdiam diri. kita tidak tahu apa yang ia sedang lakukan. entah mengamati atau melihat-lihat. kita ingin melihat matanya untuk memastikan tetapi tak bisa. kita ingin menerjemahkan arti tatapannya namun kita tak bisa menemukan kamus dalam dirinya. apa yang sedang ia ratapi? apa yang sedang ia lakukan sebenarnya?

kadang diam dalam pagi. namun sering juga termenung dalam siang ketika matahari tidak memberi kesempatan kita untuk sempat berpikir. tapi siapa yang sangka saat malam tanpa sinar bulan ia masih saja menatap kosong. tanpa lelah ia terus saja diam dan diam. tanpa ingin berhenti ia masih menangis.

apakah dunia begitu berat? apakah beban yang dipikul pundaknya? kita tidak pernah tahu.
mengapa berdiam begitu mengasyikan baginya? dan kenapa semuanya berupa pertanyaan yang tak akan terjawab?

kembali saja.
kembali saja jika memang ini sulit untukmu.
kembali saja saat semua yang ada hanya membuatmu diam.
semua beban yang ada akan mengusirmu kembali.
cari saja dirimu yang dulu
ingat dan ambil lagi tawa dan rindu waktu itu.

kembali saja.
ketempat dimana semua tidak perlu dipertanyakan.
dimana kamu dapat suasana yang seperti pagi
kembali saja

namun kembali bukan jawaban. kembali hanya alasan untuk terus diam.
karena sesuatu yang benar adalah melanjutkan. melanjutkan diam namun kali ini pastikan untuk memerhatikan tatapan yang lain saat menatapmu. beri ia jawaban lewat sinar mata yang teduh. biarkan kamus tentang dirimu dilihat dan dipelajari orang lain. 

kembali saja kedunia.
karena alam pikiran bukanlah nyata.

Sabtu, 12 September 2015

Bagian Terbaik Dari Mencintai

kita sebagai manusia memiliki hati. hati ini merupakan anugrah dari Tuhan karena didalamnya terdapat perasaan. PERASAAN. perasaan bisa dibilang sebagai sensasi hidup didunia. rasa senang, bahagia, terharu, sedih, kecewa, marah, kesal, suka, cinta, dendam, iri, bangga, dan ikhlas. banyak perasaan lainnya yang tidak bisa kita terjemahkan kedalam kata. itulah kasih sayang Tuhan. Tuhan menganggap kita istimewa hingga selalu ada saja hal yang tak dapat kita artikan.

salah satu perasaan yang timbul dan sering mendominasi hati adalah kasih dan sayang.
lewat rasa ini, muncul rasa-rasa lain yang ikut memainkan perannya dalam hati kita.

kasih sayang.
suatu perasaan yang membuat kita melihat dunia secara berbeda. kasih sayang yang menciptakan rukun dan damai didunia ini. kasih sayang terhadap sesama manusia, sesama mahluk Tuhan. kasih sayang terhadap alam yang akan memberikan kita ketentraman hidup.

selain kasih sayang, Tuhan menciptakan satu rasa yang lebih spesial dari sekedar menyanyangi.
Cinta. Tuhan mengajarkan kita untuk mencintai sejak awal kita ada didunia ini. dimulai dengan mencintai-Nya. dengan mencintai-Nya, maka berbahagialah kita. itu yang Tuhan inginkan dari kita sebagai hamba-Nya.

namun, kita manusia selalu mencari hal lain dalam hidup ini. mencari sesuatu yang membuat kita merasakan sensasi luar biasa yang akan membawa kita semakin mengerti arti hidup. maka, mulailah dengan mencintai seseorang. seseorang yang akan membuat kita merasakan kebahagian yang lain, seseorang yang akan membuat kita menikmati setiap hari yang terlewati. itu tidak salah. Tuhan memang mengkodratkan untuk seperti itu. Tuhan baik dan tidak pernah iri. membiarkan kita merasakan cinta selain dari cinta-Nya. 

mencintai itu hal yang menyenangkan. lebih menyenangkan lagi jika kata itu ditambahi menjadi saling mencintai. ada kata saling yang berarti kedua-duanya yang akan berusaha. kata saling  yang berarti segala sesuatunya akan menjadi bersama. merasakan kasih sayang, bahagia, kecewa, marah bersama.

bagaimana jika mencintai tidak menggunakan kata saling? itu menjadi mencintai.
MENCINTAI.
Cinta itu tumbuh begitu saja. tanpa dipaksa untuk disemai, tanpa harus disirami dengan cinta yang lainnya. cinta itu akan kuat dengan sendirinya. cinta itu akan berjuang dengan nalurinya, bertahan lebih lama dari yang dikiranya. ketika mencintai, berbagai perasaan akan muncul. ego itu memiliki.

namun Tuhan mengajarkan kita hal lain dengan mencintai. ada ketulusan didalamnya. TULUS. tanpa ingin tau ujungnya, tanpa berharap kepastian, tanpa tau apa tujuan sebenarnya, tanpa ingin ia membalas. tulus ketika merindu dan tidak melakukan apa-apa. kita bahagia jika ia bahagia. walaupun kita tahu, bahagianya bukan untuk kita. mencintai seperti itu. 

lalu kita berpikir, apa yang bisa kita lakukan? maka Tuhan menjawab, dekatkan hati kalian padaku. 

kita titipkan hati kita pada Tuhan yang memang pemiliknya. kita berharap Tuhan menjaga hati kita ditangannya. berjuang dalam setiap doa yang kita syukurkan. berharap ia bahagia, berharap ia baik saja, berharap ia tetap menjaga hatinya. kita luapkan segala rindu dan keegoisan kita pada yang memilikinya. terimakasih untuknya, karena membuat perasaan cinta ini semakin besar. terimakasih untuknya, karena aku bisa mendekatkan diriku pada pemiliku dan pemiliknya. terimakasih karena kesempatan untuk mencintaimu, mengajariku sesuatu yang indah dan menahanku dari nafsu.

karena bagian terbaik dari mencintai adalah membiarkan diri kita menjadi lebih baik untuk diri kita sendiri, untuk orang yang pantas untuk kita bahagiakan nantinya. jika bukan dia, maka haruslah orang yang lebih mengerti akan cinta yang sesungguhnya.

Selasa, 25 Agustus 2015

Back to Reality

Liburan semester genap  yang lumayan panjang ini udah berakhir. tiga bulan. katanya waktu  yang lama untuk liburan. apa iya? tapi rasanya tiga bulan itu waktu yang singkat jika kita mengenangnya lagi. apa yang sudah  terjadi di tiga bulan itu.

liburan kali ini diawali oleh luka yang dalam yang sebenarnya perihnya masih terasa hingga sekarang. liburan yang aku anggap sebagai tempat istirahat untuk hati yang sudah semakin sesak dari kemarin. liburan yang kugunakan sebagai obat penyembuh luka dihati. 

sebelum tiga bulan ini, aku tinggalkan perasaan yang sempat memenuhi hati. kutinggalkan disanaa hingga aku punya hati yang baru saat masa istirahatku, namun, hati yang kusebut baru ini kembali merasakan berbagai rasa yang tak bisa kukendalikan. dengan hati yang kuanggap baru ini, banyak juga cerita baru yang dimulai. ada yang hadir membawa kisah yang memaksaku masuk kedalamnya.

merasakan takut dan khawatir atas semuanya. memikirkan apa yang salah. apa yang harus terjadi dan yang tidak harus terjadi. memikirkan bagaimana semestinya ini berjalan. mengecewakan dan dikecewakan juga harus dialami hati yang baru ini. kebingungan karena semuanya terasa begitu cepat dan banyak yang menuntut hati. padahal ia masih ingin merasakan sunyi. hati dibisa menyalahkan atau disalahkan karena memang yang begini yang harus terjadi. hati ditantang untuk kembali menghadapi cambukan atau tetap disisi aman didalam jiwa. itu pilihan yang tidak bisa dipilih. 

liburan ini memberikan banyak tawa dan juga pelajaran. liburan ini mengingatka aku yang dulu. yang melakukan hal sesukanya, yang berpikir seperlunya, dan menikmati semuanya. ternyata aku merindukan aku yang seperti itu. yang tidak memiliki beban hati  yang tak berarti. kini kudapati lagi diriku seperti itu. sekarang. dan tak ingin ku tinggalkan ia sendirian.

melakukan hal yang baru yang semakin membuat liburan kali ini lumayan berarti. mengenal lebih banyak teman dari teman yang kupunya. semakin banyak tawa dan candaa disela-selanya. liburan kali ini mengungkit kembali memori masa kecil yang penuh drama dan konflik. memulai persahabatan baru yang berlatar masa lalu. 

menikmati kotaku dipagi, siang,sore, hingga malam hari. berkeliling yang memutar semua memori yang pernah terjadi disini. dikotaku. kotakku memberi aku kesembuhan dari luka, memberi tempat istirahat dari rasa lelah. melepas semua kerinduan yang selama ini tak ku luapkan. membangun lagi cerita yang harus dijalani tanpa tau harus kuakhiri atau kubiarkan saja. 

kemarin baru aku sadar. waktu liburanku sudah habis. semua cerita liburan yang kulewati harus aku akhiri. saat aku tidak ingin mengakhiri, tapi harus kutinggalkan. yang tersisa hanya sembuh dan hati yang sedikit baru ini.

liburan ini,seperti mimpi yang memiliki berbagai alur cerita didalamnya. kini usai, tandanya aku sudah harus bangun. melanjutkan hidup yang sebenarnya lagi. menjaga hati agar tidak dihantam lagi. menjaga diri agar dapat kokoh lagi. mempertahankan tawa agar tidak menangis lagi. mencoba berhadapan dengan keramaian agar tidak sepi lagi. hindari hal yang memicu hadirnya luka..

sebagian cerita yang dimulai saat kemarin, harus usai. namun cerita yang meninggalkan rasa hingga sekarang kulanjutkan. dengan kondisi dan cerita yang akan berbeda pula. aku teruskan. untuk menemaniku dan membantuku mengingat bahwa aku pernah punya cerita menyenangkan disaat aku merasa terpuruk. segala ikatan masa lalu, aku putuskan kemarin. aku tidak ingin terikat dan mengulangnya lagi, jika skrng ada sebagaian cerita yang kepertahankan, pastikan itu kisah baru yang baru ingin kumulai.

kini, aku disini. bukan dikotaku. dikota yang katanya keras. keras untuk hatiku yang lemah, 
aku sedang bersiap-siap. menyiapkan diri untuk menghadapi hal lainnya. yang nyata. yang bukan mimpi. dan yang bukan sementara.


Pagi hari,

di Jakarta

Kamis, 13 Agustus 2015

Rasa Takut

dalam hati seseorang pasti terdapat suatu perasaan yang asing. setidaknya yang mereka coba sembunyikan. mereka menganggap bahwa perasaan yang asing itu merupakan titik kelemahan yang mereka punya. titik kelemahan yang berbeda-beda, yang bisa berubah-ubah. bisa ditutupi tapi kadang hanya bisa tersembunyi dibagian tergelap hati mereka.

ya. ketakutan. rasa takut.

semua mahkluk yang hidup memiliki rasa takut yang akan selalu menghantui. manusia, hewan, bahkan jika tanaman bisa bicara dan bernafas pun mereka akan mengatakan ketakutannya. ketakutan.

banyak dari mereka yang bisa mengatasi rasa takutnya akan sesuatu namun banyak pula yang mengatakan menyerah pada ketakutan yang mereka miliki. ketika seseorang memiliki ketakutan akan sesuatu, biasanya itu akan menjadi satu titik kelemahan mereka. agar tetap terlihat kuat, maka mereka akan menyembunyikannya.

rasa takut bisa disebabkan oleh banyak hal. salah satunya adalah pengalaman pahit, pengalaman buruk, atau hal-hal yang dianggap mengerikan lainnya yang pernah mereka hadapi.dan biasanya diakhiri dengan sebuah kegagalan.

bagaimana dengan hati ini? apakah kamu masih bisa menyisakan sedikit ruang untuk rasa takutku pada dunia atau pada hal lain yang memuakkan? sanggupkah kamu bersabar saat ketakutanku mulai bergetar? siapkah untuk selalu berpura-pura tidak apa-apa? kuatkah kamu, hati?

rasa takut disembuhkan dengan memaksakan diri menghadapi sesuatu yang kita takuti. berhasilkah? hilangkah semua ketakutan itu? atau justru semakin membuat hati terasa sesak? semakin membuat lelah? semakin lebar ketakutan yang dirasa? mampukah?

mulai percaya. percaya. sepertinya itu salah satu cara mengatasinya. percaya bahwa kali ini tidak akan ada gagal lagi untuk kesekian kali. percaya bahwa kali ini akan selesai dan menentramkan hati. percaya bahwa akan baik-baik saja setelahnya. belajarlah untuk percaya.

akhirnya kita hanya bisa percaya. hadapi, dan lihat bagaimana hasilnya.

kali ini aku mencoba hadapi dan belajar percaya. namun aku tidak baik-baik saja. dikhianati oleh kepercayaanku sendiri. sampai hati ini tidak siap menerima kebenerannya.

apa akan selalu ada rasa takut didalam hati? dalam hidup untuk memberikan batasan dalam kita menjalaninya. akankah selalu ada ruang gelap disini. berdiam sajaa. tidak menolak, tidak menghadapi, tidak percaya, dan akan terus disembunyikan? rasa takut katanya untuk dihadapi. tapi apa setelahnya? ada rasa sakit.

ketakutan ini akan terus sembunyi. tidak hilang. sekalipun ada obatnya.

Minggu, 09 Agustus 2015

Lebih baik

setiap orang pasti punya niat supaya jadi pribadi yang lebih baik. entah lebih baik dari sisi apa tapi yang pasti harus ada peningkatan kebaikan dari hari keharinya. Ini sebuah tekad bagi kebanyakan orang atau mungkin semua orang yang sadar sama tujuan hidupnya. pasti jadi orang yang lebih baik juga bakal ngaruh sama kehidupannya yang bakal terus meningkat.

lebih baik. 
bisa juga digunakan sebagai kata yang menunjukan bahwa ada pilihan lain. anggapan "lebih baik" itu sendiri bisa dari hati kita yang mengatakan demikian atau bisa juga tanggapan dari orang-orang disekeliling kita. kata lebih baik juga digunakan untuk menghibur. contohnya: lebih baik kita berpisah aja biar kita bisa sama-sama bahagia.

lebih baik.
kadang kedengerannya sebagai solusi. namun belum tentu akan menjadi lebih baik setelahnya. sebenernya ini rumit dan susah buat dimengerti. 

kalo gua. lebih baik menurut gua adalah apa yang disarankan sama orang tua gua. walaupun seringnya sih bertentangan sama apa yang lebih baik menurut gua. tapi, orang tua udah lebih lama hidup dibanding kita jadinya gua bakal percaya apa yang orangtua bilang baik ya berarti itu baik.

jadi lebih baik adalah hal tersusah yang pernah gua lakuin. butuh tekad yang bener-bener mantep buat ngerubah semuanya pelan-pelan. kadang gua gak sendiri masih gak ngerti kalo jadi lebih baik itu kayak gimana sih... apa tujuan kita berbuat lebih baik. apa cuman buat dipandang sama orang-orang?? sebenernya gak juga sih. 

ngelakuin hal supaya lebih baik menurut orang lain adalah hal teraneh yang pernah gua lakuin. tapi tetep aja walaupun kita ngerasa gak sesuai, kita bisa apa sih? toh gua juga masih belum tau apa-apa.

lebih baik menurut gua adalah gak ngulangin kesalahan yang sama pada waktu yang berbeda. lebih baik menurut gua adalah ketika kita meyakini apa yang kita lakuin dan kita tau betul manfaatnya apa. lebih baik jujur terhadap diri kita sendiri. terserah mau diakuin atau enggak, tapi jujur sama diri sendiri adalah hal yang gak mudah. ngakuin kesalahan kita sendiri juga bisa dijadiin patokan kalo kita udah jadi lebih baik. 

merjuangin apa yang kita mau. itu justru bakal jadi yang terbaik.

Senin, 03 Agustus 2015

Orang Kaku

Orang kaku. hmm.
ada beberapa definisi orang kaku. salah satunya menurut kamus besar Bahasa Indonesia, arti kata kaku itu sendiri yaitu: sukar diberi tahu (menerima pendapat orang); tidak lemah lembut (tidak mudah bergaul; tidak luwes); tumpul (tt pikiran), tidak dapat berkata-kata dng mudah.

ya dari definisinya aja kita udah bisa ngebayangin lah ya kalo orang kaku tuh kayak gimana macemnya.

pasti diantara kita ada yang punya temen/sodara/kenalan/ yang orangnya tuh kaku banget. atau jangan-jangan kita juga termasuk salah satu macem orang kaku.

entahlah tapi yang ada dipikiran gua orang kaku itu gak asik, canggungan, terlalu formal, sensitif, keras kepala ya semacem sifat-sifat kayak gitulah. kebanyakan orang kaku itu gak sadar kalo ternyata dia itu kaku(WKWK) walaupun gak semua sih. tapi yang pasti orang kaku gak selamanya kaku, dan orang santai gak jamin dia bisa jadi bersikap kaku. cuman ada juga loh yang emang udah kaku dari sononya.

berdasarkan pengalaman yang gua lewatin sendiri itu orang yang emang udah sifat dasarnya kaku itu dipengaruhi sama lingkungannya. biasanya mereka terbiasa sama suasana sangat formal. misalnya kayak dirumahnya dididik sama orang tuanya biar  jadi anak yang sopan dengan cara berperilaku formal sama siapapun. gua kurang suka sama orang yang gini soalnya terkadang dia menilai sesuatu sebelah mata dan subjektif. kenapa? karena dengan sifat dia yang formal itu dia menganggap bahwa sesuatu yang santai itu terkadang melenceng dari aturan. gak jarang juga orang yang punya sifat kayak gini close minded. yang dia tau ya A kalo selain A berarti salah. jatohnya dia jadi sering ilfeel sendiri sama sesuatu. orang yang kaya gini juga biasanya memaksakan kehendak mereka sama semua orang. berusaha menyamakan pikiran dengan cara memaksa dan menilai bahwa pemikiran itu yang paling benar. tapi jangan salah, orang kaku yang kaya gini juga biasanya pinter hehe. karena dia berusaha menjadi orang sebaik mungkin dengan cara mentaati semua aturan yang dia tau. dia bisa menjadi santai kalo ketemu sama orang-orang yang sama pemikiran kaya dia.

beda lagi kalo orang kaku disaat suatu kondisi yang gak disengaja. gua juga suka ngerasa kok kalo gua bisa jadi orang yang kaku ketika baru kenal seseorang atau baru ketemu pertama kali. kakunya gak jauh karena bingung mau ngomongin apa. hal yang kaya gini biasa disebut canggung. jujur aja, gua orangnya canggungan banget sama orang baru. kadang saking kakunya kita bener-bener gaktau harus ngapain dan mendadak jadi orang ter gak asik sedunia deh. apalagi kalo pas lagi mau cairin suasana dengan cara sok asik gitu aduh jangan deh..... keliatan banget kalo kita tuh kaku. gak bisa bergaul sama orang baru. gua iri banget sama orang yang supel yang bisa nyambung diajak ngobrol pertama kali haduh.. tapi selepas itu semuanya bakal biasa lagi ya santai kayak biasa. jadi kekakuan itu cman faktor kondisi aja hehe.

banyak yang bilang kalo orang kaku itu biasanya ada dikalangan orang-orang tua atau dewasa. haduh itu salah banget. gak semua orang tua itu kaku. banyak banget orang tua yang santainya ngelebihin kita-kita yang muda. balik lagi semuanya itu ke kepribadian masing-masing sih. karena itu kan karakter orang yang dibentuk dari kecil dan dipengaruhi lumayan besar dari lingkungannya.

beda lagi sama orang dewasa kebanyakan orang kaku. please banget deh... 
emang sih banyak orang-orang yang bersikap sok dewasa eh jadinya malah jadi kaku. DEWASA BEDA SAMA ORANG KAKU. cuman kebanyakan orang yang cuman pengen dianggap ajaa mengatasnamakan kedewasaan buat sifat dan pemikiran dia itu. 

orang kaku gak selamanya jadi kaku.
nah ini juga penting. kekakuan kita itu dipengaruhi sama pikiran kita masing-masing lagi kan. sedangkan pikiran kita akan berubah-berubah setiap fase kehidupan kita. banyak yang bakal memengaruhinya. awalnya diaa cuman tau A ya A tapi dengan bertambahnya usia, pengalaman, kisah hidup, luasnya pergaulan, lama-lama kita bisa nilai dan ngerti kalo selain A masih ada B sampai Z. kita makin bisa memaklumi apa yang ada walaupun menurut penilaian kita itu salah. lama-lama pikiran kita bakal terbuka dengan sendirinya. cuman, orang sesantai apapun itu juga gak bisa sefleksibel semaunya dia. kita harus punya aturan-aturan yang kita pegang teguh setidaknya buat diri kita sendiri. 

karena ujung-ujungnya semuanya ada dikita mau memaklumi atau tidak dan memaksakan apa yang kita anggap benar.

Kamis, 30 Juli 2015

Apa kabar?

"hallo. apa kabar?"

sapaan dan kalimat tanya ini sering digunakan orang-orang untuk memulai suatu percakapan dengan macam-macam tujuannya. ada yang hanya sekedar basa-basi untuk mengutarakan tujuan sebenarnya atau memang benar-benar ingin mengetahui kabar orang tersebut.

bagi orang yang hanya ingin berbasa-basi tentu saja kalimat tanya ini sangat mudah untuk diucapkan. tetapi bagi seseorang yang benar-benar ingin mengetahui keadaannya hal ini sangat sulit untuk diutarakan. kenapa? karena tanpa kita sadari, kita lebih banyak menanyakan kabar kepada orang yang sudah jauh dari kehidupan kita. kepada seseorang yang mungkin sudah menjadi asing dan canggung. jika keadaannya sudah begini, menanyakan kabar membutuhkan niat sungguh-sunggguh dan pemikiran berkali-kali(apalagi bagi perempuan).

begitupula ketika kita yang ditanyai seperti itu. kita bisa dengan santai menjawabnya karena kita tau ada maksud yang sebenarnya dan bisa juga berpikir berkali-kali untuk menjawabnya.

kenapa harus dipikir? karena jika kita sudah menjawab itu berarti akan dimulai sebuh percakapan dimana kita akan menceritakan perjalanan hidup yang selama ini sudah kita lewati. itu tandanya membuka kembali cerita yang sudah pernah usai untuk dimulai kembali. itu berarti tanda kesiapan kita untuk menerima keberadaannya dihidup kita. itu tandanya kembali menjalin hubungan baik dan melihat hal baik kedepannya.

***

hallo. apa kabar?

sudah setahun lebih. sudah setahun lebih sejak terakhir kali kita bertemu. saat itu kamu berpakaian rapi dan sedikit merubah potongan rambutmu. saat itu aku masih terpana melihatmu. aku masih mengagumimu tanpa ingin memilikimu. saat itu, aku melihatmu tanpa ingin kau melihatku.

tiba-tiba kemarin aku mengingatmu. mengingat semua yang pernah kulakukan hanya untuk menarik perhatianmu. mengingat semua senyum dan tawaku sembunyi-sembunyi untukmu. mengingat semua ketiadaanmu, semua penasaranku, ambisiusku, tekadku, dan semua doa yang pernah aku sampaikan pada Tuhan untukmu.

lewat sebuah percakapan kecil antara aku dan temanku, aku mengenangmu.
walaupun tidak ada satu halpun yang pantas untuk ku kenang. salahkah aku jika kali ini aku ingin tau keadaanmu?

katanya, kamu bertemu temanku. katanya, kamu menanyakan keberadaanku. benarkah itu? basa-basikah itu? apa benar kamu ingin aku melihatmu saat itu? terlepas dari berbasi-basi atau tidak, aku bahagia mendengarnya. sangat bahagia.

aku bahagia kamu mengingatku setelah lama kita tidak bertemu dan aku tak berusaha apa-apa untukmu. aku bahagia berarti kamu sempat merasakan keberadaanku waktu itu. aku bahagia berarti kamu sempat menganggapku. menganggap perasaanku. aku bahagia. aku bahagia kau menanyakanku.
sekarang, haruskah aku menjawab pertanyaan itu? haruskah aku berbicara lagi denganmu? setelah selama itu aku tak berusaha bicara denganmu. setelah aku membiarkan kamu pergi dari hatiku dan aku melanjutkan kisahku sendiri tanpa kamu.  siapkah aku yang pernah merelakanmu?

akhirnya aku menjawabmu. kutanyakan kabarmu. kutanyakan keadaanmu. ke mohonkan maaf karena telah menganggumu. lama kau tak membalasnya. lama sekali..sampai kamu membalasnya dan memberitahu keadaanmu. kamu juga memohon maaf kepadaku. namun setelah itu, tak pernah ada percakapan selanjutnya. entah kamu atau aku yang memutusnya. berakhir lagi.

***

ternyata pada akhirnya. sebuah jawaban dari pertanyaan "apa kabar?" tidak selalu menghasilkan hubungan yang kembali baik. atau memang sebelumnya tidak pernah ada hubungan yang terjalin.

Senin, 27 Juli 2015

Dibalik Tawa

ada quote yang bilang kalo orang sering tertawa berlebihan berarti dia lagi ngerasain sedih yang dalam dan orang yang terlalu sering ngebuat kita tertawa dan ngerasa terhibur sebenernya dia yang harusnya kita hibur.

entah teori dari mana. atau gua gaktau itu bener apa enggak.

tapi gue punya beberapa temen. lucu banget orangnya, suka ngelawak bikin orang ketawa terus dia santai banget ngadepin sesuatu. tapi ternyata dibalik semua itu, kalo dia lagi cerita ke gua sama yang lain tentang hidupnya, hidupnya full of drama sih kalo kata gue wkwk. gue gak pernah tau kapan dia sedih kapan dia ngerasa bener-bener terpuruk karena yang gua liat dia selalu ketawa ketawa ketawa dan ketawa.. so, gua bisa pastiin kalo quote yang gua sebutin tadi salah besar. itu juga bagian dari drama kalo kata gua sih.

tapi ternyata..
sekarang gua harus bener-bener pastiin nilai qoute itu. ternyata qoute itu gak sepenuhnya salah.

gua tau. ternyata orang ketawa itu terkadang buat nyembuhin luka dihatinya sendiri. orang yang suka bikin cair suasana dengan ngelawak itu buat meramaikan hatinya sendiri yang sebenarnya sepi. ternyata begitu.
bersama orang-orang, dia bisa terlihat kalo dia baik-baik aja. 
ada dua kemungkinan. dia pura-pura atau dia emang lupa sementara sama luka yang dia punya dan nikmatin momen itu.

terserah mau pake kemungkinan yang keberapa. ujung-ujungnya bakal sama aja. ketika dia sendiri dan diam, semuanya bakal muncul lagi. semua pikiran yang menghasilkan luka. semua kejadian yang menimbulkan kepedihan. bakal muncul lagi. 

gua jadi bisa nebak kenapa orang gila kebanyakan ketawa. karena masalah-masalah yang dia punya dihidupnya dia hilangin dengan cara ketawa. padahal kenyataannya ketawa gakbisa ngilangin apa-apa. semakin banyak masalah= semakin banyak ketawa. orang gila jadi gila karena masalahnya hidupnya kan? masalah berbanding lurus sama ketawa yang dihasilkan. aneh.

walaupun sebenernya hal itu cuman terjadi sama beberapa orang.

masih banyak orang yang ketawa tulus kok. ketawa karena emang dia bahagia dan senang. ketawa emang karena ada hal yang lucu menurut dia. ketawa karena itulah cara dia bersyukur. ketawa karena dia emang lagi nikmatin suatu momen.

tertawa itu gakbisa disalahin. itu salah satu luapan emosi.

kalo ada orang disekitar lo kebanyakan ketawa, biarin aja. jangan suruh diem. itu cara dia nunjukin perasaan dia. gimana ke lonya peka apa enggak.