"hallo. apa kabar?"
sapaan dan kalimat tanya ini sering digunakan orang-orang untuk memulai suatu percakapan dengan macam-macam tujuannya. ada yang hanya sekedar basa-basi untuk mengutarakan tujuan sebenarnya atau memang benar-benar ingin mengetahui kabar orang tersebut.
bagi orang yang hanya ingin berbasa-basi tentu saja kalimat tanya ini sangat mudah untuk diucapkan. tetapi bagi seseorang yang benar-benar ingin mengetahui keadaannya hal ini sangat sulit untuk diutarakan. kenapa? karena tanpa kita sadari, kita lebih banyak menanyakan kabar kepada orang yang sudah jauh dari kehidupan kita. kepada seseorang yang mungkin sudah menjadi asing dan canggung. jika keadaannya sudah begini, menanyakan kabar membutuhkan niat sungguh-sunggguh dan pemikiran berkali-kali(apalagi bagi perempuan).
begitupula ketika kita yang ditanyai seperti itu. kita bisa dengan santai menjawabnya karena kita tau ada maksud yang sebenarnya dan bisa juga berpikir berkali-kali untuk menjawabnya.
kenapa harus dipikir? karena jika kita sudah menjawab itu berarti akan dimulai sebuh percakapan dimana kita akan menceritakan perjalanan hidup yang selama ini sudah kita lewati. itu tandanya membuka kembali cerita yang sudah pernah usai untuk dimulai kembali. itu berarti tanda kesiapan kita untuk menerima keberadaannya dihidup kita. itu tandanya kembali menjalin hubungan baik dan melihat hal baik kedepannya.
***
hallo. apa kabar?
sudah setahun lebih. sudah setahun lebih sejak terakhir kali kita bertemu. saat itu kamu berpakaian rapi dan sedikit merubah potongan rambutmu. saat itu aku masih terpana melihatmu. aku masih mengagumimu tanpa ingin memilikimu. saat itu, aku melihatmu tanpa ingin kau melihatku.
tiba-tiba kemarin aku mengingatmu. mengingat semua yang pernah kulakukan hanya untuk menarik perhatianmu. mengingat semua senyum dan tawaku sembunyi-sembunyi untukmu. mengingat semua ketiadaanmu, semua penasaranku, ambisiusku, tekadku, dan semua doa yang pernah aku sampaikan pada Tuhan untukmu.
lewat sebuah percakapan kecil antara aku dan temanku, aku mengenangmu.
walaupun tidak ada satu halpun yang pantas untuk ku kenang. salahkah aku jika kali ini aku ingin tau keadaanmu?
katanya, kamu bertemu temanku. katanya, kamu menanyakan keberadaanku. benarkah itu? basa-basikah itu? apa benar kamu ingin aku melihatmu saat itu? terlepas dari berbasi-basi atau tidak, aku bahagia mendengarnya. sangat bahagia.
aku bahagia kamu mengingatku setelah lama kita tidak bertemu dan aku tak berusaha apa-apa untukmu. aku bahagia berarti kamu sempat merasakan keberadaanku waktu itu. aku bahagia berarti kamu sempat menganggapku. menganggap perasaanku. aku bahagia. aku bahagia kau menanyakanku.
sekarang, haruskah aku menjawab pertanyaan itu? haruskah aku berbicara lagi denganmu? setelah selama itu aku tak berusaha bicara denganmu. setelah aku membiarkan kamu pergi dari hatiku dan aku melanjutkan kisahku sendiri tanpa kamu. siapkah aku yang pernah merelakanmu?
akhirnya aku menjawabmu. kutanyakan kabarmu. kutanyakan keadaanmu. ke mohonkan maaf karena telah menganggumu. lama kau tak membalasnya. lama sekali..sampai kamu membalasnya dan memberitahu keadaanmu. kamu juga memohon maaf kepadaku. namun setelah itu, tak pernah ada percakapan selanjutnya. entah kamu atau aku yang memutusnya. berakhir lagi.
***
ternyata pada akhirnya. sebuah jawaban dari pertanyaan "apa kabar?" tidak selalu menghasilkan hubungan yang kembali baik. atau memang sebelumnya tidak pernah ada hubungan yang terjalin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar