kita seringkali mendapati seseorang sedang berdiam diri. kita tidak tahu apa yang ia sedang lakukan. entah mengamati atau melihat-lihat. kita ingin melihat matanya untuk memastikan tetapi tak bisa. kita ingin menerjemahkan arti tatapannya namun kita tak bisa menemukan kamus dalam dirinya. apa yang sedang ia ratapi? apa yang sedang ia lakukan sebenarnya?
kadang diam dalam pagi. namun sering juga termenung dalam siang ketika matahari tidak memberi kesempatan kita untuk sempat berpikir. tapi siapa yang sangka saat malam tanpa sinar bulan ia masih saja menatap kosong. tanpa lelah ia terus saja diam dan diam. tanpa ingin berhenti ia masih menangis.
apakah dunia begitu berat? apakah beban yang dipikul pundaknya? kita tidak pernah tahu.
mengapa berdiam begitu mengasyikan baginya? dan kenapa semuanya berupa pertanyaan yang tak akan terjawab?
kembali saja.
kembali saja jika memang ini sulit untukmu.
kembali saja saat semua yang ada hanya membuatmu diam.
semua beban yang ada akan mengusirmu kembali.
cari saja dirimu yang dulu
ingat dan ambil lagi tawa dan rindu waktu itu.
kembali saja.
ketempat dimana semua tidak perlu dipertanyakan.
dimana kamu dapat suasana yang seperti pagi
kembali saja
namun kembali bukan jawaban. kembali hanya alasan untuk terus diam.
karena sesuatu yang benar adalah melanjutkan. melanjutkan diam namun kali ini pastikan untuk memerhatikan tatapan yang lain saat menatapmu. beri ia jawaban lewat sinar mata yang teduh. biarkan kamus tentang dirimu dilihat dan dipelajari orang lain.
kembali saja kedunia.
karena alam pikiran bukanlah nyata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar