Senin, 01 Oktober 2012

berbayang.......

pletak... pletuk.. pletak... pletuk...

tik.. tok..... tik.... tok....

wuuuusshhhh wuuuuuussshhhhh wuuuushhhh........

*sunyi*

ya... saat ini... masih sunyi.. masih hening... masih mendung..  matahari masih malu untuk muncul..

hanya ada desiran angin yang membelai lembut kulit..

hanya ada detak jam dinding berbentuk bulat yang cukup sabar untuk mengisi kesunyian ini..

suara sepatu orang-orang yang berbentur dengan lantai bila berjalan.

cobaaa... andai sajaa... andai sajaaaaa ... ada, kamu??

aku masih duduk disini. sendirian. mencoba mendengar sayup sayup percakapan seseorang dibalik tembok sana. aaku tidak peduli. sungguh.

lantai ini... sebenernya putih.. tapi sudah mulai kusam.. karena apa? apa kau tau karena apa?

dinding ini.. warnanya biru muda teduh.. tapi sudah banyak sarang laba-laba. karena apa? kau tau kan? ya. kau pasti tau.

sial ! angin ini terlalu kencang sehingga merusak posisi rambutku.
sial ! detak jam dinding itu terlalu berisik.. membuat tanganku meraihnya dan membantingnya hingga pecah tak berbentuk. abstrak.
sial !!! hentakan sepatu itu terlalu bising ! aku menutup telingaku.

ah !! aku menjerit untuk mengalahkan suara bising itu. dan, aku yang kalah.

mana sunyiku? kembalikan !!!!
mana keheninganku? jangan kau ambil !

aku ingin menyentuhmu... tapi aku ingin tetap memeluk kesunyianku.

aku ingin melihatmu, tapi aku masih terlalu nyaman untuk menutup mataku..

kau disampingku kah? atau dibelakangku kah? atau jangan jangan, kau berada tepat didepan mataku.

beri aku jawaban. bisikan laah.. sentuhlaah.. walau aku menolak. cobalah..

aku penasaran.. akankah ku buka mataku? melepaskan tangan dari telingaku? yang mana dirimu?

apa kau memakai jubah? apa kau memakai mahkota? kau pangeran? bukan? oh bukan.

perlahan.. dan...

BERBAYANG.

sial ! aku telah terlalu lama menutup dan menolak semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar